HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua Ke 161
Gedung BPPT Thamrin Jakarta Pusat, 06 Februari 2016
Setiap tanggal 05 Februari, di tanah Papua diperingati sebagai masuknya Injil pertama kalinya di pulau Mansinam, Manokwari Provinsi Papua Barat. Injil yang dibawa oleh dua penginjil dari Belanda CW. OTTOW dan J.G GEISLER merupakan peristiwa bersejarah bagi masyarakat Papua, karena sebelum adanya injil mereka masih hidup dengan kuasa-kuasa gelap. Dengan semboyan “IN GOTTES NAMEN BETTRATEN WIR DAS LAND” (dengan nama Tuhan Kami Menginjak tanh ini) kedua penginjil tersebut mulai memperkenalkan Tuhan kepada masyarakat Papua, yang selanjutnya agama Kristen menjadi agama mayoritas di Tanah Papua.
Peringatan masuknya injil di Tanah Papua dilaksankan oleh seluruh lapisan masyarkat Papua dan Papua Barat, dengan mengadakn serangkaian kegiatan yang berisfat rohani. Tahun 2016 kegiatan ini mengambil tema “Celakalah Aku Jika Tidak Memberitakan Injil” dikutip dari Kitab 1 korintus 9:16.
Kantor Perwakilan Daerah Provinsi Papua Barat di Jakarta turut serta memperingati hari bersejarah ini dengan mengadakan ibadah syukur bersama dengan masyarakat Papua Barat yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Ibadah syukur diselenggarakan di Gedung BPPT Thamrin Jakarta Pusat pada tanggal 06 Februari 2016.
Dalam sambutannya ketua Pelaksana kegiatan Ibu Juliana Maitimu mengingatkan bahwa peristiwa bersejarah ini harus selalu dilestarikan oleh seluruh masyarakat Papua dimanapun berada sebab ini merupakan tiitk awal peradaban orang Papua untuk melihat keselamatan/dunia yang lebih baik.
Pendeta melky Arobaya dalam khotbahnya juga mengingatkan kepada seluruh undangan untuk selalu mengedepankan injil dalam kehidupan sehari-hari, sebab dengan tuntunan injil niscaya kehidupan akan lebih baik dan suka cita akan selalu menyertai baik bagi diri sendiri maupun bagi keluarga.
Dalam ibadah syukur ini di pentaskan sendratari yang menceritakan kehidupan masyarakat Papua sebelum dan sesudah masuknya injil. Sendratari ini dibawakan oleh Putra Putri asli Papua Barat yang berdomisili di Jakarta, selain itu disenandungkan Puji-Pujian oleh Vocal Grup Papua Voice dengan Aransemn oleh Frans Isir. Diakhir acara diadakan ramah tamah dengan seluruh tamu undangan dengan iringan kidung rohani.